Tips dan Cara Memilih Indukan Sapi yang Bagus

Dalam memulai usaha peternakan sapi tentunya kita tidak boleh asal-asalan, diperlukan ilmu khusus yang berkaitan dengan ternak sapi, berbagai macam sumber bisa kita cari, muali dari bersilaturrohim dengan para peternak sapi yang telah sukses, mencari buku tentang ternak sapi, atau bisa mendapatkannya secara gratis lewat refrensi online.

Hal ini mutlak kita lakukan agar tidak mudah gagal dalam usaha ternak sapi, karena jika sudah tahu ilmunya, maka kita tinggal memperaktekkan saja.

foto : ilmuternak.com

Satu hal yang perlu kita ketahui dalam usaha yang sukses dalam beternak sapi adalah indukan, jika kita memiliki indukan yang bagus, maka secara otomatis nanti anakan sapi yang dihasilkan juga bagus, lalu bagaimanakah ciri-ciri sapi yang bagus, dan cara memilih indukan sapi yang bagus itu bagaimana ?

Berikut ulasan selengkapnya :)

  1. Warna tubuh sesuai dengan bangsanya. Sapi PO harus berwarna putih, sapi Madura harus berwarna coklat, sapi Bali betina harus berwarna merah bata serta yang jantan saat telah dewasa berwarna hitam.
  2. Bentuk dan ukuran antara kepala, leher dan tubuh ternak harus serasi.
  3. Tidak tampak adanya cacat tubuh yang dapat menurun, baik yang dominan (terjadi di sapi yang bersangkutan) maupun yang resesif (tidak terjadi di sapi yang bersangkutan, tetapi terjadi di sapi tetua dan atau di sapi keturunannya). Sebisa mungkin menghindari indukan yang mempunyai cacat fisik karena kemampuan produksi maupun reproduksinya tidak optimal.
  4. Kondisi sapi sehat yang ditunjukkan dengan mata yang bersinar, gerakannya lincah tetapi tidak liar dan tidak menunjukkan tanda-tanda kelainan pada organ reproduksi luar, serta bebas dari penyakit menular terutama yang dapat disebarkan melalui aktifitas reproduksi.
  5. Untuk pejantan, testes sapi umur di atas 18 bulan harus simetris (bentuk dan ukuran yang sama antara scrotum kanan dan kiri), menggantung dan mempunyai ukuran lingkaran terpanjangnya lebih dari 32 cm (32–37 cm).
  6. Tingkat pertambahan dan pencapaian berat badan ternak pada umur tertentu dapat optimal.
  7. Sapi induk yang ideal digunakan yaitu dimulai pada umur sekitar 18–24 bulan yaitu ditandai dengan mulai bunting yang pertama, kemudian harus sudah dikeluarkan sebagai indukan pada umur sekitar 6–7 tahun atau sudah beranak 4–5 kali.
  8. Sapi pejantan ideal yang digunakan dimulai pada umur sekitar 24–28 bulan yaitu ditandai dengan mulai intensifnya mengawini sapi-sapi betina, kemudian harus sudah dikeluarkan sebagai pejantan pada umur sekitar 5–6 tahun. Untuk mempertahan kan kemampuan maksimalnya agar mampu membuntingi sapi indukan, maka seekor sapi jantan yang telah intensif menjadi seekor pejantan dapat digunakan untuk mengawini 10–15 indukan pada sistem perkawinan alam di kandang kelompok, atau 15–20 indukan per bulan pada sistem perkawinan alam di kandang individu.
  9. Sapi jantan memiliki kualitas sperma dan libido yang bagus.
  10. Ternak sapi yang digunakan sebagai indukan tidak boleh terlalu gemuk, biasanya ternak yang gemuk untuk sapi betina akan majer atau mandul. 

Sumber:
Hardjopranjoto, 1995.Beternak sapi perah, Kanisus, Jakarta.
Wiyono, D. B., dan Aryogi 2007. Petunjuk Teknis, Sistem Perbibitan Sapi Potong. Pusat Penelitian Dan Pengembangan Peternakan Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian. 

0 Response to "Tips dan Cara Memilih Indukan Sapi yang Bagus"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel